selamat datang

Hai Sobat.... Selamat Datang di blog Miss Jiplak... Blog ini dinamai "Miss Jiplak" karena kebanyakan postingnya hasil jiplakan ato copas dari orang lain heheheh... tapi dah ada izin kok... dijamin halal... yooooooooo selamat meni'mati hidangan yang ada...
Salam.
semua akan menjadi indah bila tiba pada waktunya
Photobucket

Senin, 08 November 2010

•٠·˙ Maafkan Aku Yang Terlalu Pencemburu ˙·٠•



Di antara semua gairah dalam cinta,... kecemburuan mungkin sosok yang paling unik.
Ia bagai api; membuat beku saat tiada, menghangatkan ketika tepat ukurannya,
dan membakar saat meraksasa.

Mari kita berterimakasih pada rasa cemburu. Karena dengannya kita menjadi
manusiawi. Atau tak menuntut kekasih yang kita cintai menjadi malaikat. Cemburu
mengajari kita bahwa shalihah tak berarti tak bisa marah. ‘Aisyah misalnya.
Karena cemburu ia pernah berkata kepada suaminya, “Engkau ini hanya mengaku-aku
Nabi!” Bukan karena ia ragu tentang kenabian suaminya. Hanya karena ia sedang
cemburu. Dan cemburu sedang mengajarinya sebuah perasaan, “Jika engkau memang
seorang Nabi, saat ini aku tak sedang merasakan keadilanmu. Bukan karena engkau
tak adil. Ini hanya perasaanku saja.”

Atau pernahkah engkau membayangkan, beristerikan seorang ‘Aisyah bisa berarti
pada suatu malam yang dingin sepi, dan kau sedang shalat malam di kamarnya ia
akan mengelus-elus kepalamu? Ketika itu Sang Nabi sedang menunaikan shalat
malam sepulang dari kunjungannya kepada Mariyah Al Qibtiyah. Maka ‘Aisyah
meraba-raba kepala beliau, menelusuri dengan seksama. Dia memeriksa adakah
rambut beliau basah? Adakah beliau berjinabah dengan Mariyah? Dengan
mengelus-elus kepalanya. Di saat beliau shalat!

“Wahai ‘Aisy, kau kedatangan syaithanmu lagi…” kata beliau saat itu.

Dan pernahkah engkau membayangkan sahabat, beristerikan seorang ‘Aisyah tak
hanya seorang gadis jelita berparas menawan, cerdas, enerjik, manja, imut-imut
dan menyejukkan? Ya. Sang Nabi pernah merasakan bagaimana ‘Aisyah membanting
pinggan hidangan di depan tamunya. Hidangan itu, hais lezat buatan Shafiyah,
telah menerbitkan cemburu ‘Aisyah. Dan ia merenggut lalu membantingnya tepat di
saat para tamu mengulurkan tangan untuk mengambilnya. Lalu Sang Nabi hanya
tersenyum di depan belalak para tamu. Senyum yang diikuti permintaan maaf,
“Maafkan… Ibu kalian sedang cemburu…”

Betapa kita tahu, cemburu adalah hiasan hati dan pembakar jiwa yang tak
mengecualikan orang-orang seperti mereka. Bahkan Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa
lebih agung lagi rasa cemburuNya. .

adapted from Jalan Cinta Para Pejuang by Salim A Fillah)

Oleh :soniazone.wordpress.com

Tidak ada komentar: